
Bayangkan tanaman yang tidak pernah diberi air dan pupuk. Tanaman tersebut bisa dipastikan akan layu bahkan kering bila didiamkan terus menerus dalam kondisi panas. Begitu juga tubuh manusia. Jika tak diisi air, tubuh akan lesu, lemah sehingga tidak bisa dapat melakukan aktivitas apapun.
Fungsi Air Dalam Tubuh:
- 1. Mengatur suhu tubuh.
- 2. Melindungi organ dan jaringan tubuh.
- 3. Mengurangi beban ginjal dan hati dengan membuang sampah dari tubuh.
- 4. Membawa zat gizi dan oksigen ke sel tubuh.
- 5. Membantu melarutkan mineral dan zat gizi lain agar mudah dicerna tubuh.
- 6. Membantu mencegah sembelit.
- 7. Melumasi persendian.
- 8. Membasahi jaringan seperti pada mulut, mata dan hidung.
HINDARI DEHIDRASI
Seberapa banyak air yang harus kita konsumsi setiap hari? Pertanyaan yang mudah, tapi belum tentu mudah dijawab.
Kenyataannya, kebutuhan air tergantung pada banyak faktor, termasuk kesehatan, seberapa aktif anda, dan lokasi tempat tinggal anda. Dengan begitu tidak ada formula tunggal yang cocok bagi setiap orang. Itu sebabnya mengetahui lebih banyak tentang kebutuhan cairan tubuh akan membantu anda memperkirakan seberapa banyak air yang harus diasup setiap hari.
Perlu dipertimbangkan bahwa setiap sistem dalam tubuh tergantung pada air. Kekurangan cairan bisa menimbulkan dehidrasi, kondisi yang terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup air untuk menjalankan fungsi normal. Bahkan, dehidrasi ringan sekalipun bisa menguras energi dan membuat anda lelah.
Setiap hari tubuh manusia kehilangan air melalui napasm, penguapan, urin dan buang air besar. Agar tubuh dapat berfungsi dengan baik, anda harus mengganti suplai air dengan mengkonsumsi minuman dan makanan yang mengandung air.
Bila dihitung secara rata-rata, orang dewasa buang air kecil sekitar 1,5 liter perhari. Makanan umumnya menyumbang 20 % dari total asupan harian. Dengan demikian bila anda mengkonsumsi 2 liter air atau minuman lainnya per hari, serta diet makanan normal, anda akan meggantikan cairan yang hilang. Jadi, bila anda cukup minum sehingga jarang merasa kehausan dan buang air kecil sekitar 1,5 liter atau lebih dengan warna kuning jernih atau tanpa warna, maka asupan cairan anda mungkin sudah cukup.
Secara rata-rata kebutuhan air setiap hari sekitar 2 liter. Namun, kebutuhan akan mengningkat bila aktivitas fisik meningkat serta cuaca sedang panas. Meski demikian, mereka yang punya penyakit ginjal, perlu berkonsultasi dengan dokter untuk jumlah asupan cairan ini.
JAGA CAIRAN TUBUH
Agar tubuh anda dan juga anggota keluarga lain tercukupi dengan air, ikutilah sejumlah tip di bawah ini, seperti yang disarankan William Sears, MD dan Martha Sears, RN.
1. Konsumsi Makanan Kaya Air
Kalau anda tidak suka air putih, cobalah konsumsi jus buah, susu, sup, buah maupun sayur. Anda juga bisa menambhkan irisan jeruk nipis ke dalam air putih yang akan membuat air terasa lebih segar dan nikmat.
2. Waspadai Si Pencuri Air
Waspadalah bila anda menggemari minuman berkafein seperti kopi, teh, kola atau alkohol. Minuman-minuman tersebut mempunyai efek diuretik, menyebabkan tubuh mengeluarkan lebih banyak air.
Minuman manis juga bisa merampok air dalam tubuh sebab gula bisa mengurangi penyerapan air oleh usus. Minum jus yang kaya sorbitol dalam jumlah besar atau bahkan terlalu banyak minum jus apel dapat menyebabkan fase seperti diare dan meningkatkan hilangnya cairan dalam usus.
3. Berteman Air
Mulai sekarang, bawalah selalu botol berisi air ke mana pun anda pergi. Juga simpan botol berisi air di meja kantor maupun mobil. Jika anda naik sepeda atau berolahraga di pusat kebugaran, tambahkan juga minuman isotonik bervitamin.
Dengan membawa dan menyimpan botol berisi air, anda akan terbiasa untuk minum di manapun, kapanpun. Anda juga bisa menyimpan satu gelas air disamping tempat tidur. Jadi begitu bangun di pagi hari, anda bisa meneguknya.
Kala hendak bepergisn dengan menggunakan pesawat terbang, anda juga bisa membawa satu botol minuman. Hal ini penting, mengingat kelembaban di dalam kabin pesawat hanya berkisar 7 persen. Kondisi ini cukup untuk membuat mulut dan hidung anda kering.
4. Waspada Diet Ngawur
Melakukan diet ketat sangat tidak disarankan. Apalagi dalam jangka waktu panjang. Selain anda bisa kekurangan gizi, cairan dalam tubuh pun ikut berkurang.
5. Minum Sedikit Saja Saat Makan
Saat makan sebaiknya tidak minum air terlalu banyak. Secara normal, tubuh akan menghasilkan cairan guna membantu mencerna makanan. Contohnya, air liur di dalam mulut dan cairan di lambung dan usus halus.
Minum terlalu banyak saat makan bisa melarutkan cairan pencernaan alami. Jasi lebih baik minum setelah makan, bukan selama waktu makan.
6. Minum Sebelum Sarapan
Mulai hari anda dengan beberapa gelas air guna mengganti cairan tubuh yang hilang saat tidur. Selain itu, minum air di pagi hari juga membantu tubuh memperoleh keseimbangan biokimia dengan lebih baik.
7. Alat Penurun Berat Badan
Tubuh adalah pemanas air alami. Saat anda minum air, yang suhunya biasanya lebih rendah daripada suhu tubuh, tubuh akan mengeluarkan energi guna membuat air berada pada suhu tubuh. Jadi, bila banyak minum air, anda juga akan membakar lebih banyak kalori.
PERLU LEBIH BANYAK MINUM BILA...
Anda Berolah Raga
- Sekitar 1 jam sebelum anda berolah raga, sebaiknya anda minum 2 gelas air. Lalu, pada saat dan usai latihan, asup lagi cairan. Saat berolah raga, anda membutuhkan ekstra air guna mengganti kehilangan cairan. Tambahan 400-600 ml air cukup untuk olahraga ringan. Bila olahraga yang dilakukan menghabiskan waktu lebih dari 1 jam, anda memerlukan lebih banyak asupan cairan lagi. Dengan kata lain, banyaknya cairan tambahan yang dibutuhkan tergantung pada seberapa banyak anda berkeringat selama berolah raga, lamanya berolah raga dan jenis aktivitas yang dilakukan.
Anda Sakit
- Anda bisa kehilangan banyak cairan akibat demam, muntah atau diare. Dalam keadaan seperti ini, anda sebaiknya minum lebih banyak air. Di sisi lain, kondisi seperti gagal jantung dan beberapa penyakit ginjal, hati, bisa mengganggu pengeluaran air dan membuat anda mesti membatasi asupan cairan.
Anda Kepanasan Atau Kedinginan
- Cuaca panas atau lembab bisa membuat anda berkeringat dan memerlukan tambahan cairan. Mereka yang tinggal di dataran tinggi bisa lebih sering buang air kecil dan bernapas lebih cepat, berarti menggunakan lebih banyak cadangan air.
Anda Hamil
- Menurut William Sears, MD, dan Martha Sears, RN, volume darah meningkat hingga 40 % selama hamil. Karena itu, penambahan cairan juga dibutuhkan untuk memproduksi air ketuban. Air juga akan membantu mempertahankan kebugaran ibu hamil secara keseluruhan.
- Banyak minum membantu mengeluarkan sampah, mengurangi masalah sembelit dan menurunkan resiko infeksi saluran kencing. The Institute of Medicine merekomendasikan wanita hamil untuk minum sekitar 2-3 liter per hari.
- Bila anda mengalami pembengkakan pada pergelangan kaki, kaki dan tangan selama hamil, bukan menjadi tanda untuk mengurangi asupan cairan. Sebab, beberapa kasus dari kondisi tersebut adalah normal. Atau bisa juga menjadi tanda tubuh menahan garam terlalu banyak. Minum air lebih banyak membantu mengempiskan bengkak tersebut.
Anda Sedang Menyusui
- Bila anda memberi ASI kepada bayi, jumlah air yang diasup harus ditambah. Sebaiknya minum 1 gelas ekstra air sebelum anda menyusui. Bagi bayi, ASI merupakan sumber air dan juga sumber zat gizi.
Anda Kehausan
- Haus menjadi tanda tubuh sudah "tekor" air. Karena itu, minum cukup agar anda tidak kehausan. Jika anda sudah kehausan, minum 2 gelas air.
(sumber: Gaya Hidup Sehat edisi 486/7-13 Nov 2008)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar